Sunday, October 28, 2012

Beda gen beda bau keringat


Secara alami, laki-laki dan perempuan memiliki bau badan yang berbeda. Perbedaan ini tak lepas dari pengaruh gen yang dimiliki. Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti Swiss, ditemukan pada sampel yang diambil dari ketiak perempuan, terdapat senyawa yang mengandung sulfur lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

Jika pada perempuan senyawa tersebut ada 5 miligram, maka pada laki-laki hanya 0,5 miligram saja. Perbedaan kandungan senyawa sulfur tersebut akan membuat bau badan seseorang semakin kuat. Penelitian ini juga menemukan bahwa bau badan perempuan lebih mirip dengan aroma bawang atau jeruk, sedangkan bau badan laki-laki lebih mirip dengan aroma keju.

Selain kandungan sulfur dalam keringat, studi lain juga menunjukkan bahwa seorang perempuan akan tertarik dengan laki-laki yang memiliki genetik berbeda dengannya melalui bau badan alami laki-laki tersebut.

Partisipan diminta untuk tidak menggunakan sabun, parfum atau wewangian lainnya selama beberapa hari. Lalu peneliti menganalisa sampel keringat yang berasal dari baju katun peserta, dan meminta peserta untuk mencium bau badan lawan jenisnya.

Hasilnya, sekitar 100 gen dikenal sebagai major histocompatibility complex (MHC) yang bertanggung jawab mengontrol sistem kekebalan tubuh akan membantu mengenali bau dirinya sendiri dan bau orang asing. Kondisi ini juga berperan ketika seseorang memilih pasangan.

Dalam studi ini, baik laki-laki atau perempuan yang berpartisipasi, memilih bau badan lawan jenisnya yang memiliki gen MHC paling berbeda dengan dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan seseorang sebenarnya mampu mengenali bau kerabatnya sendiri, sehingga bisa menghindari perkawinan sedarah yang dapat memicu gangguan kesehatan.

Jadi selain konsentrasi senyawa sulfur yang berbeda, perbedaan bau badan ini juga akan membantu keduanya untuk melakukan seleksi dalam memilih pasangan.