Monday, April 14, 2008

Harree genee, pake deodoran?

- Denny HSP

Di kantor gw ada anak marketing, namanya Nuri (bukan nama sebenarnya, tapi gw ambil nama ini dari nama panjangnya). Wajahnya ga secakep Nuri yang sinetronis dan VJ VH1 itu sih, tapi bodinya gw nilai 7,5 deh (skala 10). Nuri ini punya kelainan, penciumannya tajam. Jadi dia gampang terganggu dengan bau badan rekan-rekan kerjanya, terutama rekan kerja pria. Padahal menurut gw ga ada yang salah dengan aroma pria-pria itu. Yang menarik, Nuri juga terganggu dengan aroma tubuhnya sendiri. Padahal, sekali lagi menurut hidung gw, dia juga ga bau samasekali.

Tapi dasar hidung tajam, dia pun risih sendiri. Akibatnya, Nuri sering menyemprotkan parfum ke kedua keteknya. Bahkan kadang-kadang dia melakukan itu di depan kami (pria-pria) tanpa canggung. Dia pun cuek aja waktu kami tertawakan. Maka di kantor, managernya menjulukinya Miss Keti.

Suatu saat gw iseng menggodanya, “Loe semprat-semprot gitu terus, rusak ketek loe ntar!” Gw pun menerangkan kalo kadar alkohol dari parfumnya bisa bikin kulit sensitif di keteknya iritasi, memerah, dan pada gilirannya bikin ketiak ga mulus lagi.

“Ga kok, Mas,” bantahnya dengan wajah innocent, “ga ada iritasi apa-apa kok selama ini.” Gw sih berharap dia ngomong gitu sambil ngangkat tangan buat ngecek kondisi ketiaknya. Apalagi pas itu dia pake blus tanpa lengan. Tapi, Nuri ga melakukan itu. Sialan.

“Kenapa sih loe ga pake deodoran aja?” korek gw, “cukup sekali oles, bertahan sampe malem.”

“Aduh, Mas, harree geneee? Pake deodoran??”

Gw terdiam. Pernyataan yang menarik tuh. Langsung deh gw interogasi cewek 22 tahun ini. Ternyata menurutnya, deodoran adalah penyebab utama kanker payudara. Gw tersenyum dalam hati. Soalnya gw udah lama tahu soal ini.

Aktor utama kanker payudara memang produk-produk anti perspirant (pencegah keringat). Hati-hati, mayoritas produk yang ada di pasaran merupakan kombinasi dari anti-keringat dan deodoran. Deodorannya sendiri sih ga berbahaya.

Tapi anti perspirant-nya itu lho, kebanyakan mengandung Aluminium Chlorohydrate, zat pemicu kanker payudara. Kalo loe ga percaya, silakan konfirmasi ke dokter-dokter terdekat, atau baca jurnal-jurnal kesehatan yang bertebaran di internet.

Ini zat berbahaya! Coba periksa bahan-bahan apa saja yang tertera di kemasan produk-produk deodoran anti-keringat loe di rumah! Kalo mengandung Aluminium Chlorohydrate, SEGERA BUANG!!

Aluminium Chlorohydrate, setahu gw, ada di Nivea Deodorant Sensitive (without alcohol), Dove Deodorant Silk Dry (tutup emas), Sanex Dermo Sensitive, Brylcreem Adventurer, Rexona, dan hampir semua produk oles-ketiak komersial.

Kanker payudara tuh mengerikan. Kalau sel-selnya mengganas, bisa-bisa payudara yang kudu diamputasi. Kan nggak bagus, sob. Memang, angka penderita kanker payudara di Indonesia ga setinggi di negara-negara maju. Tapi dari tahun ke tahun peningkatannya signifikan lho.

Lantas, apa dong solusinya?

Sebagai penyuka aroma ketek cewek yang alami, gw dengan senang hati menyarankan, “Udah deh, ga usah deodoran-deodoranan!”

Pada dasarnya, hanya beberapa bagian dari tubuh kita yang dapat mengeleminasi zat racun. Antara lain ketiak, bagian belakang lutut, belakang kuping, dan selangkangan. Zat-zat racun tubuh dikeluarkan dalam bentuk keringat melalui tempat-tempat itu.

Nah, produk-produk anti-peluh kan sifatnya mencegah keringat keluar. Artinya, dengan menggunakan deodoran anti-perspirant, zat-zat racun tadi tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh. Menumpuk di kelenjar getah bening, terutama di ketiak (yang letaknya dekat payudara). Mampet deh di sana!

Adakah cowok yang terancam penyakit ini? Statistik membuktikan: Ada! Cuma, penderita kanker payudara dari kaum Adam jumlahnya sangat sedikit sekali dibandingkan dengan kaum Hawa. Pria tidak sepeka wanita dalam penyakit ini, kenapa? Pertama, tentu saja karena payudara pria tidak seheboh punya wanita.

Kedua, soal kebiasaan. Meskipun pria memakai produk-produk anti-keringat, bahan-bahan ber-Aluminium Chlorohydrate, produk ini biasanya cuma melekat di permukaan ketiak dan tidak langsung masuk ke dalam kulit. Sementara kaum cewek yang hobi mencukur itu nasibnya terpaksa naas.

Kaum wanita yang setelah mencukur rambut ketiak langsung memakai produk anti-keringat lebih banyak risikonya, sebab lewat luka-luka kecil yang mungkin terjadi selama proses mencukur, bahan-bahan kimia yang ada dalam produk anti-keringat bisa lebih cepat masuk ke dalam tubuh. Ke kelenjar getah bening, lalu bermuara di payudara.

Di sinilah sel kanker mulai berbiak. Dari hasil penelitian, asal kanker payudara memang kebanyakan ditemukan di area bagian atas payudara.

Nuri ga menjelaskan sedetail itu ke gw. Tapi intinya sama sajalah. Nuri tahu bener kalau deodoran menjadi satu pemicu kanker, dan dia mempraktekkan gaya hidup tanpa deodoran. Sayang, Nuri bukan naturalis. Jadi tetap aja ga pede dengan bau ketiaknya sendiri. Deodoran dibuang, diganti parfum. Sama juga bohong.